Links
Google
 
Showing posts with label Batak Music Instruments. Show all posts
Showing posts with label Batak Music Instruments. Show all posts

Sunday, September 30, 2007

Goar-goar Ni Gondang Gonsi batak Toba

from: tanobatak.wordpress.com


Niuhal ni : P. SITORUS pargonsi sian Parsambilan Kec. Silaen.

Angka onma goar-goar ni gonsi naung huparguruhon sian angka dongan pargonsi dohot sian angka natua-tua naumboto ruhut ni gonsi


Gondang Napitu:

  1. Gondang mula-mula
  2. Gondang somba-somba
  3. Gondang sampur marmeme
  4. Gondang didang-didang
  5. Sampur marorot
  6. Gondang simonang-monang
  7. Gondang sitio-tio
Gondang napitu on dipangido hasuhuton ditingki mambuat tua ni gondang.
Mangihuthon hatorangan ni angka natua-tua ndang apala sipangidoon ni suhut gondang hasahatan, Raja panggohi do mangido i.

Gondang tu Mulajadi taringot tu panompa na dihasiangan dohot hajolmaon.
  1. Gondang Debata Mulajadi
  2. Gondang Debata Guru
  3. Gondang Debata Asi-Asi
  4. Gondang Mula Jadi
  5. Gondang mula horas
  6. Gondang mula iang
  7. Gondang mula paningaon
  8. Gondang mula songti

Gondang pangidoan ni harajaon hagabeon dohot parhorasan


  1. Gondang siatur maranak
  2. Gondang siatur marboru
  3. Gondang siatur marpahompu
  4. Gondang siatur marnini marnono
  5. Gondang siatur mar ondok-ondok indik-indik
  6. Gondang namarhaha maranggi
  7. Gondang sibane-bane
  8. Gondang saurmatua
  9. Gondang saudara
  10. Gondang harajaon
  11. Gondang satahi saoloan
  12. Gondang amana/boruna
  13. Gondang parjugia sopipot
  14. Gondang paramak sobalon on
  15. Gondang parrambuan so ra mahiang
  16. Gondang siantan sidabuan siboto buhu ni taon
  17. Gondang siapul na tangis sielek na mardandi
  18. Gondang sahala pangajari/panuturi
  19. Gondang sidas-das boru muli
  20. Gondang siapoi anak mangoli
  21. Gondang olop-olop
  22. Gondang rompulima hotang marulak
  23. Gondang mangaliat
  24. Gondang sunini ampang naopat
  25. Gondang tarsingot tusahala dohot napinarsahalaan ni mula jadi
  26. Gondang batara guru (tuhan debata)
  27. Gondang bala bulan
  28. Gondang debata sori
  29. Gondang sori mangaraja
  30. Gondang sorba di banua
  31. Gondang sibagot ni pohan
  32. Godnang sariburaja
  33. Gondang siraja biak-biak
  34. Gondang puraja bonang-bonang
  35. Gondang sijonggi raja pareme
  36. Gondang Simarimbulubosi
  37. Gondang Singamangaraja
  38. Gondang patuan nagari patuan anggi
  39. Gondang Sagala raja
  40. Gondang Silahisabungan
  41. Gondang pagar ni aji
  42. Gondang Nairasaon
  43. Gondang dung dang soaloon mataniari sosuharon
  44. Gondang Raja Buntal
  45. Gondang Raja Uti
  46. Gondang Raja Mangalambung
  47. Gondang sipongki nangolngolan
  48. Gondang tuan ni api
  49. Gondang sijonggi paok-paok
  50. Gondang sijonggi bujur
  51. Gondang tuan jori ni tangan
  52. Gondang tampar dasar
  53. Gondang pangurason
  54. Gondang pane nabolon
  55. Gondang pusuk buhit
  56. Gondang sianjur mula-mula
  57. Gondang simanuk-manuk
  58. Gondang dolok surungan
  59. Gondang dolok tolong
  60. Gondang banua holing
  61. Gondang naga baling
  62. Gondang padoha
  63. Gondang taringot boru (naung dianggap dewi)
  64. Gondang siboru deak parujar
  65. Gondang si boru donda hatahutan
  66. Gondang siboru saniang naga dilaut
  67. Gondang si boru Naipospos
  68. Gondang siboru daeng namora
  69. Gondang siboru parmual sitio-tio
  70. Gondang siboru pinta maomasan
  71. Gondang siboru saroding
  72. Gondang siboru parhorasan
  73. Gondang siboru pareme
  74. Gondang boru nasindar dolok
  75. Gondang siboru tumbaga
  76. Gondang siboru lopian nauli
  77. Gondang sipiso somalim
  78. Gondang situan jori ni tangan
  79. Gondang siboru tapiomas palangki

Goar-goar ni gondang naposo bulung

  1. Gondang siburuk
  2. Gondang sibane doli
  3. Gondang sitapitola
  4. Gondang siboru illa-illa
  5. Gondang siboru enggan
  6. Gondang siboru sanggul miling-iling
  7. Gondang sibunga jambu
  8. Gondang pinasa sidung-dungon
  9. Gondang sibintang purasa
  10. Gondang silote dolok
  11. Gondang alit-alit aman jabatan
  12. Gondang marhusip
  13. Gondang parhabang ni siruba
  14. Gondang sahali tuginjang sahali tutoru
  15. Gondang tohur-tohur ni bajar-bajar langit somatombuk tano somagang-gang
  16. Gondang pidong patia raja
  17. Gondang pidong imbulu buntal
  18. Gondang anduhur titi, anduhur tabu
  19. Gondang sipitu dai
  20. Gondang ni pargonsi sisia sauduran pulik pulik pandohan.

Goar-goar ni gondang monsak
  1. Gondang haro-haro mandailing
  2. Gondang silima-lima ni hurlang
  3. Gondang siratutuslimapulu
  4. Gondang tongging
  5. Gondang ni napuran silima sabobohan sisada haroburan

Wednesday, September 26, 2007

kacapi



The kacapi is a small boat lute from the Bataks on Samosir island in Lake Toba, in North Sumatra. They are now mainly made as woodcarving souvenirs for tourists.

The kacapi (pronounced "kachapi") is made from one piece of wood, in a boat-shape. The back is hollowed out. There are 2 metal strings, which can be tuned by round wooden friction pegs on both sides of the open pegbox. The bridge is a raised bit of wood left in the middle of the body.

Usually the top of the pegbox, and the end of the body are nicely decorated.
If the front is left plain it may be a playable instrument; otherwise it is usually over-decorated with woodcarvings and difficult to play.

The entire instrument is painted in some dark brown colour, probably with shoe polish.

The kacapi seemed not very popular with players on Sumatra,
as I found only one boy able to play it, and could not find
any cassettes with pure kacapi music on it.

Wednesday, September 12, 2007

Instrumen Batak di Tengah Pentas Balet


Pementasan Namarina Youth Dance

Sejumlah penari balet dari Namarina beraksi di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Minggu (21/1) sore. Pentas tari balet ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memperingatan 50 Tahun berdirinya Sanggar Balet Namarina.

Runtuh lagi anggapan sesat yang terkadang masih ada itu. Bertambah lagi bukti, dalam ranah seni, batas-batas wilayah yang dalam ranah politik sering menjadi sumber konflik, ternyata tidak berlaku. Perbedaan budaya dari berbagai wilayah di dunia, justru menjadi nilai tambah saat tampil bersama.

Adalah kelompok balet Namarima Youth Dance (NYD) yang menguatkan asumsi tersebut. Mereka memberikan bukti mengenai kesahihan rumusan tersebut saat menampilkan bagian terakhir koreografi Limapuluhtahun di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (21/1)

Koreografi karya Sussi Anddri itu sejatinya terdiri dari tiga bagian. The Beginning, The GrowthThe Future. Ketiganya muncul sambung menyambung dalam rangkaian pentas memperingati lima puluh tahun perjalanan kelompok balet terkenal di Indonesia, Namarina. dan

Hasapi, kecapi khas Batak, gondang, ini juga alat musik dari Tanah Batak terbukti bisa menyatu dalam pentas balet. Di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), keharmonisan antara nada suara alat-alat musik itu bukan sekedar menjadi pengiring kelenturan para pebalet.

Alat musik itu terbukti memperkaya keindahan gerak balet. Warna Batak memang baru muncul pada bagian The Future. Bagian pertama, menggambarkan awal perjalanan almarhum Nanny Lubis, pendiri Namarina. Setelah itu, masa pengembangan Namarina. Kedua bagian pentas balet yang menggambarkan kedua masa tersebut diiringi permainan piano Iravati M Sudiarso dan Aisha A Pletscher. Maka karya Johan Sebastian Bach pun yang terasa agung semakin memberi warna pebalet-pebalet yang tampil.

Kaya

Ulos Ragidup, kain khas Batak berkualitas tinggi dipajang juga tampak jelas di panggung. Di sebelahnya tampak gambar seorang ibu dengan kain penutup kepala khas Batak tengah menggendong anaknya.

Tata panggung dan cahaya yang digarap apik semakin menguatkan keinginan yang dicapai pada bagian The Future. The Future sebagai bagian akhir nomor Limapuluhan menggambarkan harapan Pimpinan dan Direktur Artistik Namarina, Maya Tamara tentang masa depan Namarina.

Maka di atas pentas, saat hasapi, gondang dan sitar elektrik melantunkan nomor berjudul Born, saat pebalet mendemonstrasikan keseimbangan dan kelenturan anggota tubuhnya, persoalan asal usul balet dan hasapi serta gondang sesaat terlupakan. Yang ada adalah tontonan mengasyikkan.

Irwansyah yang menyusun komposisi musiknya dari Gondang Pangharoanan, sebuah nomor yang di Tanah Batak dahulu sering dimainkan untuk menyambut kelahiran, berhasil memberikan ruh sakral pada penampilan balet malam itu.

Lebih unik lagi, di atas panggung, para pebalet bukan hanya mendemonstrasikan teknik-teknik balet yang sering terlihat dalam berbagai pertunjukan. Mereka juga bisa membawakan Tor Tor, tari adat Batak yang terkenal itu.

Pebalet itu menaikkan kedua tangannya lalu terlihatlah gerak jemari mereka yang tengah membawakan Tor Tor. Suara gondang, hasapi, sitar dan beragam perkusi lainnya terasa nikmat.

Beberapa menit sebelum The Future berakhir, beberapa pebalet muncul dari belakang dari samping tempat duduk penonton. Berjalan pelan sambil membawa lilin kecil. Mereka kemudian menyimpan lilin itu di bibir panggung. Jumlahnya lima puluh buah. Angka yang menunjukkan perjalanan Namarina sebagai kelompok orang yang ingin terus menjaga kesehatan dan kelenturan tubuhnya. Dan bisa menari dengan baik tentunya.

Pentas NYD sekaligus mengisyaratkan keberhasilan Maya Tamara dan kawan-kawannya melangkah lebih jauh setelah sibuk mengurus Namarina.

Riang

Sebelum Limapuluh tampil, penonton yang hampir sebagian besar adalah anak muda menikmati nomor-nomor balet kontemporer yang lebih riang. Pentas diawali dengan penampilan pebalet yang membawakan karya berjudul Venice Journey karya Dominique Genevois. Setelah itu, sejumlah pebalet remaja dengan mengenakan kostum pakaian sehari-hari yang mencerminkan keriangan remaja tampil penuh semangat.

Jangan salahkan penonton remaja yang kegirangan menyaksikan saat rekan-rekan mereka menari diiringi lagu I'am Alive yang muncul dari CD Celine Dion. Berbahagialah mereka yang bertubuh sehat dan mau menata tubuhnya untuk dunia seni gerak. Almarhum Nanny Lubis, pendiri Namarina pasti bahagia jika bisa menyaksikan generasi muda yang mengikuti jejaknya, menjadi pebalet yang baik. [Pembaruan/Aa Sudirman]

Friday, June 22, 2007

Lute fret / Hacapi

from: www.zkta.com



The portrait of a distinguished man adorns the finial of this lute fret from the Batak people of Sumatra. With a beautiful glossy patina, it measures 12-1/2" high and is mounted on a hardwood base.





























Tuesday, June 5, 2007

Batak Drum


Left: NMM 2332. Drum, Batak tribe, Sumatra (Indonesia), 19th century. Bottom carved to resemble an old bronze cannon; traces of green pigment remain. Board of Trustees, 1977.

Center: NMM 1536. Handle drum, probably from Samoa, early 20th century. Arne B. Larson Collection, 1979.

NMM 1479. Handle drum, Trobriand Islands, early 20th century. Board of Trustees, 1976.

Monday, June 4, 2007

Batak Instrument / Instrumen Musik Batak

Hasapi


Date: 19th century
Country of origin: Sumatra
Material: Wood
Dimensions: 21" x 4 3/16" x 2 3/4"
Description: Batak stringed instrument (Hasapi) from the Toba Batak people. The heart shaped resonator and scroll type peg head reflect European influence. There is a lizard carved on the back of the neck.) from the Toba Batak people. The heart shaped resonator and scroll type peg head reflect European influence. There is a lizard carved on the back of the neck.

Monday, May 28, 2007